Explore Jakarta #1, Kota Tua

Weekend tlah tiba, gajian belum lama, sakaw tapi tak rela nge-trip dengan biaya besar keluar kota…trus enaknya ngapain dong?

Ini yg gw dan Wina lakukan sabtu kemarin, kita berdua ketemu di stasiun kota dan kita menuju ke:

Stasiun Jakarta Kota

Stasiun Jakarta Kota

1. Pelabuhan Sunda Kelapa.

Menurut sejarahnya, pelabuhan Sunda Kelapa dibangun tahun 1610 dengan kanaal sepanjang 810 m. Tahun 1817 pemerintah Belanda memperbesarnya menjadi 1,825 m. Setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, Pelabuhan Sunda Kelapa yang tadinya Pasar Ikan banyak dikunjungi berbagai macam pedagang dari dalam maupun luar negeri, walaupun Pelabuhan Tanjung Priok sudah dibangun.

Sampai sekarang pelabuhan ini masih berfungsi sebagai pelabuhan yang melayani kapal-kapal tradisional, yaitu angkutan antar pulau di Indonesia, dan berdasar SK Gubernur DKI Jakarta tanggal 6 Maret 1974 nama Sunda Kelapa di pakai lagi sebagai pelabuhan di DKI Jakarta untuk kapal antar pulau.

Pelabuhan Sunda Kelapa sebagai pelabuhan kayu menyediakan prasarana khusus untuk bongkar muat kayu di Jakarta yang keberadaannya di bawah manajemen Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Departemen Perhubungan RI.

Cerita yg tadi serius yaa :), itu eike ambil dari sini.

Nah, kemarin akhirnya liat sendirilah yg namanya pelabuhan Sunda Kelapa, dimana di (nyaris) siang hari yg terik itu kita bisa lihat banyaknya kapal-kapal kayu tradisional yg berjajar, beberapa diantaranya lagi beraktifitas naikin muatan barang macem semen dll.


Seharusnya bisa naik bis 02 (warna biru) dari sekitaran stasiun kota, cuman kok ditunggu2 nggak lewat, akhirnya kita mutusin naik bajaj aja, tawar2 an arga dan disepakati di angka 20rebu.

*masuknya gratis yak, tapi kendaraannya yg bayar (bajaj kemaren bayar 2rebu)

Pelabuhan Sunda Kelapa

Pelabuhan Sunda Kelapa

Lagi muat barang

Lagi muat barang

Benerin kapal dulu, daripada bocor di tengah laut :D

Benerin kapal dulu, daripada bocor di tengah laut πŸ˜€

Note : berhubung panas dan gersang (ga ada tempat neduh), sebaiknya jangan lupa bawa topi or payung ya.

2. Menara Syahbandar

Dibangun pada tahun 1839, fungsi semula adalah menara pengawas keluar masuknya kapal dari pelabuhan Batavia (Kali Ciliwung). Setelah pembangunan pelabuhan Tanjung Priok selesai (1986) menara pengawas (uitkijktoren) ber kurang perannya, namun tetap dijadikan menara pengawas dan kantor Syah bandar bagi kegiatan pelabuhan pasar ikan (1926-1967). Pada tahun 1967 dengan diresmikannya pelabuhan Sunda Kelapa, praktis menara pengawas tidak difungsikan lagi. Masa pendudukan Jepang (1942-1945) kompleks ini dimanfaatkan sebagai gudang penyimpanan logistik. Tahun 1950-an menjadi Kantor Pos Kepolisian Penjaringan akhir nya pada tanggal 7 Juli 1977. dijadikan bagian Museum Bahari.

*tulisan yg diatas infonya dari sini.

Sayangnya kemarin itu, jajaran karyawan Museum Bahari (termasuk menara Syahbandar) lg berduka karena (kalo gasalah) kepala museum nya meninggal dunia, jadi tutuplah itu museum bahari dan menara syahbandar, tapi Sama bapak penjaganya kita berdua dibolehin ke pelataran menara syahbandarnya aja (nggak boleh naik keatas).

Menara Syahbandar

Menara Syahbandar

bengong-bengong bego *acting*

bengong-bengong bego *acting*

3. (numpang lewat) di Gedung Galangan VOC

Galangan Kapal VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie) yang terletak di Jalan Kakap No. 1 Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara merupakan salah satu tempat wisata bersejarah di wilayah Utara Kota Jakarta. Dulunya Jakarta masih bernama Batavia ketika galangan kapal ini berdiri sekitar tiga ratus tahun lalu. Galangan kapal VOC tadinya merupakan tempat untuk memperbaiki kapal-kapal besar yang berbulan-bulan lamanya berlayar tetapi juga untuk membuat kapal-kapal kecil. Berbagai golongan bekerja di galangan ini seperti pegawai administrasi dan pembukuan, serta pembuat peta, kompas dan jam pasir.

*Infonya diambil dari sini.

Sekarang sisa bangunan yg ada oleh pemilik nya dijadikan Cafe/restoran dan gallery seni, iseng masuk kesana yg ternyata pas tanya2 sama yg jaga sayangnya kita nggak boleh foto2 disitu. Uniknya di salah satu sudut tanah/bangunan nya ada satu rumah joglo yang katanya lagi direnovasi.

Eh iya, di dinding luarnya kita nemu papan yg berisi info sanggar tari tradisional chinese, dan juga sekolah musik tradiosional chinese…kali aja ada yg minat tuh πŸ™‚

Cafe Galangan VOC

Cafe Galangan VOC

mau ikutan kursus? :)

mau ikutan kursus? πŸ™‚

4. Jembatan Gantung Kota Intan

Nama aslinya : Ophalsbrug Juliana /Grote Boom/ Het Middle puntbrug/Hoender Pasarbrug

Dibangun pada tahun 1630, jembatan ini merupakan jembatan gantung tertua di Jakarta. Pembangunannya pada tahun 1937 (sebelum perang) atas usaha beberapa orang swasta yang tergabung dalam StichtingOud Batavia. Mereka berhasil mengumpulkan dana untuk memperbaiki jembatan yang separuhnya sudah tenggelam, sedangkan Balaikota pada saat itu sudah mempunyai rencana untuk menghancurkannya. Jembatan ini diberi nama Ophaalbrug yang artinya Jembatan Gantung yang bisa diangkat dan diturunkan bila ada kapal yang melintas seperti terdapat di Amsterdam. Jembatan tersebut semula (1630) bernama Jembatan Pasar Ayam (Hoender Pasarbrug) atau Jembatan Pohon Besar (Grote Boom). Jembatan dalam bentuk yang permanen dibuat pada tahun 1655 dengan nama Jembatan Pusat (Het Middle Puntbrug). Pada bulan Juni 2000 jembatan ini dipugar oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta c.q. Dinas Museum dan Pemugaran Provinsi DKI Jakarta, sesuai bentuk bangunan aslinya.

infonya dari sini.

Untuk bisa masuk ke jembatan ini kita akan diminta biaya pemeliharaan sebesar 2ribu rupiah, kawasan ini dijaga sama ibu-ibu pegawai Pemprov (nampaknya, ada kartu pengenalnya gitu kok. tapi kemarin sih dia daster-an gitu deh πŸ˜€ ) yang sambil nyambi jualan disitu.

ih, ganjen deh kita :)

ih, ganjen deh kita πŸ™‚

5. Museum Bank Indonesia

Berhubung sebelumnya jalan panas-panasan, akhirnya kita sekalian ngadem di Museum Bank Indonesia. Dari luar sih bentuk bangunannya model kuno gitu, tapi pas di dalem keren kok, apalagi tiket masuknya “heratis” alias Free :).
Isi museumnya nggak ngebosenin, meskipun judulnya museum Bank ya, tapi cara gambarin visualnya OK kok.

Nih alamatnya :
Jl. Pintu Besar Utara No. 3
Jakarta Barat – Indonesia
Telp. 62-21-2600158
Fax.62-21-2601730

Waktu kunjungan :
Selasa – Jumat : 08.00 – 15.30 WIB
Sabtu – Minggu : 08.00 – 16.00 WIB
Senin & Hari Libur National Tutup
Email: museum@bi.go.id

Logo BI

Logo BI

Telepon..apa hubungannya coba?..dateng dong ah :)

Telepon..apa hubungannya coba?..dateng dong ah πŸ™‚

salah satu sisi gedung museum

salah satu sisi gedung museum

Gold!..want some? :D

Gold!..want some? πŸ˜€

numpang nampang :D

numpang nampang πŸ˜€

6. Monumen Nasional

Kalo 5 tempat sebelumnya ada di sekitaran Kota Tua, kali ini agak ketengah dikit tinggal naik bus Transjakarta dari halte Kota, dan kitapun sampai di Monas..
Kayaknya emang kita agak kurang beruntung hari ini, selain museum bahari dan menara syahbandar yg tutup, rencana naik ke puncak monas pun gatot, dikarenakan lift nya lagi diperbaiki, jadi kita nggak bisa naik deh :(.

Monas

Monas

Nah, lumayan kan jalan-jalan di jakarta nya bisa kebanyak tempat dalam 1 hari aja..itupun sebenernya kita agak siang mulainya, sekitaran jam 10 an lewat, cuman apa daya selain karna udah makin sore dan efek umur dimana kondisi fisik sudah menurun kaki rasanya mau copot, akhirnya sekitar jam 3 an lewat kita nyerah juga untuk istirahat sekalian ngasih makan cacing-cacing perut yg mulai protes kesorean diisi :D.

dan jalan-jalan kita akan diterusin lagi suatu hari nanti, yg (semoga) nggak terlalu lama..karna masih banyak yg pengen kita eksplor di jakarta ini.

mau nemenin duduk disitu gak? :D

mau nemenin duduk disitu gak? πŸ˜€

Ini salah satu bangku taman yg ada di pinggir jalan Thamrin.

 

Β *Note : hampir semua fotonya diedit biar cihuy gitu ya :p

Advertisements